Rabu, 22 Februari 2012 - 22:08:44 WIB

Galodo di Simpati Pasaman, Terbesar Sejak 1980
Kategori: Daerah - Dibaca: 1019 kali

650X130 Kayu dan batu serta lumpur yang dibawa Galodo Pasaman (Foto Arya)

Pasaman, KlikSumbar

Berita duka dari dari bumi ekuator, Pasaman. Hari Rabu (22/2) pukul 18.00 WIB Nagari Simpang Air Mati Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, dihantam galodo atau banjir bandang. "Iko galodo gadang sajak 1980 mah (Ini bencana galodo terbesar sejak 1980 dulu)," ujar Son, warga Simpati.

Dua kampung dilaporkan terisiolasi, bahkan ada rumah yang hanyut sampai ke jalan. "Saat ini Tim SAR Pasaman belum bisa menembus lokasi," ujar Humas Pemkab Pasaman, Budi Hermawan, di Pasar Simpang. Tim SAR dan relawan harus berjuang menghadang banjir dan hujan masih lebat.

"Data pasti korban belum diketahui, tapi banyak warga yang melaporkan kehialangan saudaranya," sebut Budi Hermawan.

Sementara itu Pusdalops BPBD Sumbar dan Tim Basarnas Provinsi Sumbar sudah menuju ke lokasi di Kecamatan Simpang Air Mati (Simpati). "Kami berangkat ke sana," ujar Koodinator Manager Pusdalops BPBD Sumbar, Ade Edward.

Bumi Ekuator (Pasaman-red) sejak Rabu siang diguyur hujan lebat. Kejadian galodo ini dilaporkan terjadi pukul 18.00 WIB. "Pak Bupati sudah minta bantuan ke BPBD Sumbar," ujar Budi Hermawan.

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

. ( Adt/ )

Share |


Banjir Bandang dan Longsor Hantam Pasaman(1927)
Mobil Prasjal Tarkim Sumbar Nyaris Terbakar(358)
Ketua BNPB Tinjau Kebakaran Koppas Plaza Padang(505)
Refrizal: Bangun Penampungan Sementara dan Usut(409)
Gubernur Terima Penghargaan Manajemen Pemerintahan(469)


4 Komentar :

Nuzirman st nurdin
25 Februari 2012 - 15:50:24 WIB

Terjadinya musibah secara lahir adalah akibat perbuatan tangan-tangan manusia, namun secara bathin merupakan peringatan yang kuasa karena kemaksiatan tersebar dimana mana.

jamalius koto
23 Februari 2012 - 08:54:12 WIB

Inalillahi wainnalillahi rojiun... Azab di bumi minang tidak berhenti karena penyakit masyarakat dan maksiat merajalela dimana-mana. Jika dulu ABRI masuk desa sekarang ini judi masuk desa. Di kampung saja Kurai Taji biliar masuk desa yang dimiliki oleh mantan anggota dewan. Nauzubillah! Saatnya semua kita sadar dan bertobat serta memberantas kemaksiatan.

vivaldi sutansinaro
23 Februari 2012 - 14:15:53 WIB

Alah biaso tu nyo akibat globalisasi, nan pantiang jago anak kamanakan kito, bentengi imannyo, pabanyak baraja dan aktifkan kembali sistem mangaji di surau. Niniak mamak paduli jo kamanakan, jaan bini jo anak se nan diperhatikan.
Wassalam

cara cepat hamil
03 April 2012 - 20:51:52 WIB

Semoga kita semua sadar dan bertaubat segera....

<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

iklan
^ Kembali ke Atas