Rabu, 2013-05-15 00:20:27 WIBMahyeldi Akan Berpasangan dengan Fahmi Bahar? - (217)
Sabtu, 2013-05-18 18:41:47 WIBWow, Investasi Basko Rp1 Triliun di Kalumbuk Kuranji - (210)
Rabu, 2013-05-15 01:28:06 WIBDuet Desri Ayunda-Emzalmi Berkomitmen Bangun Padang - (192)
Minggu, 2013-05-19 18:00:59 WIBHeryanto Gani, Raja Otomotif Sumbar Wafat di Padang - (181)
Minggu, 2013-05-19 22:53:19 WIBRaja Otomotif Heryanto Gani Dimakamkan di San Diego - (171)
Jumat, 2013-05-17 21:31:13 WIBPrahara Balairung (1); Bermula dari Pengurangan Direksi - (166)
Jumat, 2013-05-17 11:47:32 WIBAkankah Demokrat Usung Andre Rosiade-Januardi Sumka? - (164)
Jumat, 2013-05-17 09:33:41 WIBSoal Balairung Hotel Jakarta, Yultekhnil Angkat Bicara - (157)
Senin, 2013-05-20 15:22:42 WIBPrahara Balairung (3); DPRD Pastikan Bentuk Pansus - (137)
Jumat, 2013-05-17 11:33:31 WIBSurya Budhi dan Azmeyda Bersaing Jadi Sekwan Sumbar - (135)
Kamis, 09 Agustus 2012 - 08:17:33 WIBSekeluarga Keracunan Makanan, Satu Tewas
Kategori: Daerah - Dibaca: 581 kali
Korban keracunan makanan dirawat di RS
|
Satu keluarga dilaporkan keracunan makan ikan. Keluarga yang tinggal di jalan Dili No. 3 Wisma Indah IV, Siteba, Kecamatan Nanggalo Kota Padang ini harus mengalami keracunan. Sang ibu, Zulwarni (43) meninggal dunia, Selasa (7/8) malam setelah mendapat perawatan dari Puskesmas setempat.
Peristiwa ini terjadi Senin (6/8) lalu pada saat berbuka puasa. Zulwarni dan lima orang anaknya serta suaminya, Harmensis (50) menyantap makanan yang dimasak sore itu. Zulwarni memasak menu ikan anak sisiak dan lele dicampur dengan tahu ditambahkan cabe.
"Malam itu ibu sempat mengeluh sakit. Lalu sahurnya kita ulang lagi makan menu itu lagi, tapi saya tidak ikut sahur karena ketiduran," ucap Megawati (22), anak tertua Zulwarni saat ditemui di ruang Petri RS Dr. M Djamil Padang, Rabu (8/8).
Tetapi Selasa pagi, Zulwarni mengeluh sakit pada bagian perut dan mau muntah. Zulwarni langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat dan mendapat perawatan. Tenyata Zulwarni dirujuk ke RS Yarsi Gunung Pangilun karena diduga terkena shock hipopotemic (keracunan makanan, Red). "Di rumah sakit Yarsi ibu mendapat perawatan lagi, dan sudah mulai membaik sorenya," ujar Megawati.
Tetapi, Selasa sore keadaan makin memburuk. Menurut Pejabat Pemberi Informasi (PPI) RS Dr. M. Djamil Padang, Gustafianof mengatakan, satu keluarga keracunan makanan itu dbawa ke RS Dr. M. Djamil secara bergiliran. Yang pertama masuk adalah Zulwarni (43) dalam kondisi sudah meninggal. Kemudian, lima anak Zulwani yaitu Fitrah (20), Randi (17), Hafis (12), Megawati (22) dan Putra (5) --- anak bungsu korban.
"Lima korban dirawat di ruang HCU Penyakit Dalam dan Psikoteraphy (Petri), sementara Putra dirawat di bangsal anak. Ibu mereka yang sudah meninggal, langsung divisum," papar Gustafianof. Kamis (9/8) pagi, kondisi anak2 korban sudah membaik. Sebagian sudah diperbolehkan pulang.
Diagnosa rumah sakit menyebutkan, keenam anggota keluarga tersebut mendapat intoksidasi makanan. Diduga, ikan yang mereka makan sudah lebih dari seminggu setelah ditangkap. Sampel makanan itu sedang diperiksa guna mengecek kandungan bakteri ataupun virus yang ada di dalamnya.
Suami korban awalnya sudah melarang istrinya agar tidak memasak ikan itu. "Saat memasak ikan itu saya sempat melarang karena kondisi ikan itu saya lihat sudah pucat dan agak berbau," jelas Harmensis yang bekerja sebagai kontraktor ini.
Kapolsekta Nanggalo, AKP Zulfatmi membenarkan tentang peristiwa keracunan tersebut. Dia menyebutkan telah mendapat laporan dari masyarakat yang ada di sekitar rumah korban.
. ( Adt/ )
Jika Pengusaha Tak Bayarkan THR, Bisa Dipidana(277)
Dua Perusahaan Pekanbaru Sumbang Pengobatan Vanesa(189)
Warga Gembira, Andre Bantu Sambung Irigasi Batu Ompong(174)
Presiden SBY Menerima 11 Duta Besar Baru(237)
Gagal Tunda Tarif, Albert Pertanyakan Tanah Makam(378)
0 Komentar :
Isi Komentar :




