Sabtu, 11 Agustus 2012 - 11:16:34 WIB

Kapolda Gerah, Perintahkan Jambret Tembak di Tempat
Kategori: Hukum - Dibaca: 598 kali

Brigjen Wahyu Indra Pramugari

Padang, KlikSumbar

Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Brigjen Pol Wahyu Indra Pramugari gerah mengetahui kalau di wilayah hukumnya pelaku jambret bersilantas-angan. Aksi penjambret semakin berani, tidak saja merenggut barang berharga milik korban tapi juga merenggut nyawa korbannya.

"Aksi jambret ini tidak bisa dibiarkan, saya perintahkan seluruh  personil yang ada di wilayah hukum Sumbar agar melakukan tembak di tempat bagi para penjambret," sebut Wahyu di sela-sela apel pasukan gabungan Operasi Ketupat 2012, Jum'at (10/8) di halaman Kantor Gubernur Sumbar.

Menurut Kapolda Sumbar, angka kejahatan di Sumbar setiap tahun terus meningkat. Apalagi menjelang lebaran. Karena itu ia meminta Kapolres untuk meningkatkan patroli untuk memberantas tindak kriminal seperti jambret, curanmor, copet, dan perampokan.

"Antisipasi terhadap kejahatan jalanan seperti jambret ini para anggota polisi telah dipersenjatai lengkap, tapi senjata api tersebut hanya diperbolehkan menggunakan peluru karet bukan peluru tajam. Tujuannya untuk melumpuhkan pelaku," ungkap Kapolda.

Wahyu juga mengajak masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada terhadap daerah rawan kejahatan. "Jangan masyarakat memancing sendiri pelaku kejahatan dengan memakai perhiasan mencolok di daerah ramai maupun sepi," ajak Wahyu.

Dalam pengamanan Lebaran Idul Fitri 1433 H, Kapolda Sumbar mengatakan mengerahkan 2/3 personil. Operasi Ketupat 2012 ini bertujuan untuk keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas saat arus mudik dan balik. Operasi juga menjaga pengiriman logistik kebutuhan pokok serta pengamanan dari kejahatan terorisme.

Polda sendiri mengerahkan 7.000 pasukan yang terdiri dari berbagai Reksrim, Intel, Lantas, Sabhara, Pusdokkes. Selebihnya bantuan pengamanan dan penertiban arus mudik serta balik dari petugas Satpol PP, Damkar, TNI, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan.

Jumlah personel sebanyak itu disebar ke-80 titik pos pengamanan dan pos pelayanan di seluruh Sumatera Barat, selama 16 hari.  Mereka akan membantu persiapan para pemudik, sopir angkutan, hingga kendaraan mudik agar aman dalam perjalanan.

Dari keseluruhan personil Polri itu, Polda Sumbar juga menyiapkan beberapa anggota polisi penembak jitu yang ditempatkan di titik-titik rawan kriminalitas, seperti di Ladang Padi, Sicincin-Malalak, Padang-Pesisir, di perbatasan Sumbar dan tempat yang lain.

Dalam mengantisipasi terjadinya longsor di kawasan jalur lintas provinsi, Karo Ops Polda Sumbar, Kombes Pol Suwardi membenarkan adanya jalur alternatif yang disiapkan di perbatasan Sumbar-Riau. Jalur alternatif itu sepanjang 50 kilometer, dimana pengguna lalu lintas dari Provinsi Riau dapat masuk ke Sumbar melalui Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjung dan sebaliknya dari Sumbar juga bisa melalui kawasan tersebut.

Untuk jalur alternatif ini telah disiapkan satu pos pengaman (Pos Pam) dan Pos Simpatik di kawasan Polres Sijunjung, Sumbar.

Di kawasan Kabupaten 50 Kota, daerah rawan bencana juga harus diwaspadai para pengendara motor yaitu di kawasan Kuda Putih, Kecamatan Harau kilometer 31 sampai kilometer 42, di mana daerah tersebut terdapat tebing pada sisi kanan dan kiri jalan. Struktur tanah termasuk labil, berbatu pasir, serta jika curah hujan tinggi maka masyarakat harus hati-hati terhadap bahaya longsor.

. ( Adt/ )

Share |


Wako Padang Bersaing Rebut Adiupaya Puritama(272)
Sambut Lebaran, Polisi Siaga Tindak Kejahatan(254)
Anda Kehilangan Sepeda Motor? Coba Lihat di Polresta!(380)
Jika Pengusaha Tak Bayarkan THR, Bisa Dipidana(278)
Warga Gembira, Andre Bantu Sambung Irigasi Batu Ompong(174)


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

iklan
^ Kembali ke Atas