Berita Utama
Minggu, 2013-05-19 18:00:59 WIBHeryanto Gani, Raja Otomotif Sumbar Wafat di Padang - (264)
Minggu, 2013-05-19 22:53:19 WIBRaja Otomotif Heryanto Gani Dimakamkan di San Diego - (255)
Sabtu, 2013-05-18 18:41:47 WIBWow, Investasi Basko Rp1 Triliun di Kalumbuk Kuranji - (254)
Rabu, 2013-05-15 00:20:27 WIBMahyeldi Akan Berpasangan dengan Fahmi Bahar? - (249)
Rabu, 2013-05-15 01:28:06 WIBDuet Desri Ayunda-Emzalmi Berkomitmen Bangun Padang - (228)
Jumat, 2013-05-17 21:31:13 WIBPrahara Balairung (1); Bermula dari Pengurangan Direksi - (212)
Senin, 2013-05-20 15:22:42 WIBPrahara Balairung (3); DPRD Pastikan Bentuk Pansus - (192)
Jumat, 2013-05-17 11:47:32 WIBAkankah Demokrat Usung Andre Rosiade-Januardi Sumka? - (190)
Jumat, 2013-05-17 09:33:41 WIBSoal Balairung Hotel Jakarta, Yultekhnil Angkat Bicara - (182)
Selasa, 2013-05-21 10:16:55 WIB23 Mei, Taksi Blue Bird Beroperasi di Kota Padang - (156)
Rabu, 19 September 2012 - 23:20:27 WIBDDS dan Warga Minang Australia Bantu Batu Busuak
Kategori: Daerah - Dibaca: 193 kali
Banjir bandang
|
Jika menyambangi Nagari Batu Busuk Kelurahan Lambung Bukit Kec. Pauh Kota Padang kita akan menemui Mushala Jam'aturrahmah yang masih dalam tahap pembangunan kembali. Satu dari dua rumah ibadah di daerah Batu Busuk itu belum bisa berfungsi sepenuhnya seperti biasa. Setengah bangunannya habis diterjang banjir bandang, pondasi, dinding dan lantainya terseret arus.
Diterangkan Ketua RT setempat, Daswendi yang juga merupakan sekretaris pengurus mushala Jami'aturrahman, mushala tersebut merupakan pusat aktifitas keagamaan di kanagarian setempat di samping satu masjid lagi. Sebelumnya, pengajian, wirid serta kegiatan keagamaan lainnya banyak dilakukan di mushala. Bahkan masyarakat luar dari nagari pun ada juga yang datang mengikuti pengajian di mushala tersebut.
"Sejak bencana Juli lalu, mushala belum bisa berfungsi maksimal, hanya separuh mushala yang digunakan warga untuk shalat berjamaah, padahal biasanya mushala mampu menampung 70 jama'ah," terangnya.
Setelah melalui survei dan pengkajian akhirnya Dompet Dhuafa Singgalang, Selasa (19/9), menyalurkan dana sebesar Rp125.813.750. Dana tersebut merupakan donasi dari Dompet Dhuafa Australia dan warga Minang di Australia yang tergabung dalam tiga organisasi besar, yaitu Minang Saiyo, Sulit Air Sepakat (SAS) Melbourne dan Centre for Islamic Dakwah and Education (CIDE) Australia.
Sebenarnya, Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pembangunan masjid tersebut mencapai nilai Rp348.490.000, namun saat ini dana yang terkumpul masih belum mencukupi angka tersebut. Sebelumnya luas bangunan berukuran 12x12 m badan mushala dan ditambah dua lokal MDA berukuran 3,5x3,5 m. Sekarang, anak-anak MDA tak lagi belajar di lokal. Lebih dari 100 anak melakukan aktifitas belajar di dalam mushala. Malah pada Ramadhan lalu, harus ditambah tenda agar mereka tertampung semua. Karena waktu itu jamaah sedang banyak-banyaknya.
Lurah setempat, Yanuswar, mengungkapkan rasa terimakasih dan sangat bersyukur. "Warga sangat membutuhkan karena memang hanya ada dua tempat ibadah di Batu Busuk ini, sementara jamaah Kelurahan Kapalo Koto, seberang jembatan juga ada yang ke mushala untuk shalat atu mengikuti kajian," terang Yanuswar.
Sementara itu, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra, berharap donasi tersebut benar-benar digunakan dengan maksimal. "Donasi ini amanah warga minang dan para donatur lain di Australia, maka kita harus memastikan penggunaannya memang sesuai peruntukan. Untuk itu, laporan penggunaan dana dari pihak mushala akan selalu kami perifikasi. Dompet Dhuafa Singgalang akan terus berkoordinasi dengan Dompet Dhuafa Australia untuk melaporkan perkembangan penggunaan donasi ini kepada donatur di Australia," terang Musfi. (Relis)
. ( / )
Amin Rais Berharap Sumbar Rebut Kembali Kejayaan PAN(223)
Kota Padang Bertekad Meraih Piala Adipura(293)
Silat Raih Emas, Fauzi Langsung Beri Bonus Rp50 Juta(320)
KPU Konsolidasi Hadapi Verifikasi Faktual Parpol(255)
Muslim; Bangun Nilai Kebangsaan untuk Keutuhan NKRI(300)
0 Komentar :
Isi Komentar :




