Kamis, 03 Januari 2013 - 22:50:17 WIB

Pemekaran Dapil DPRD Sumbar, Pertarungan Makin Ketat
Kategori: Politik - Dibaca: 398 kali

Padang, KlikSumbar

Bertambahnya jumlah penduduk Sumbar berdasarkan daftar agregat kependudukan per kecamatan (DAK2) menjadi 5,617 juta jiwa, diperkirakan akan berimplikasi pada penambahan kursi di DPRD Provinsi, dari semula 55 menjadi 65 kursi. Konsekuensi lainnya, mengharuskan terjadinya pemekaran daerah pemilihan (Dapil).

Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Partai Golkar Sumbar, Aguswanto menilai, jika sebelumnya jumlah kursi per Dapil di Sumbar pada kisaran angka 10-12. Maka untuk pemilu 2014 nanti angka moderatnya berada pada 8-12 kursi.

"Daerah mana saja Dapilnya yang akan dimekarkan, kita serahkan saja ke komisioner KPU Sumbar. Kita yakin, mereka sangat paham tentang kriteria yang harus dipenuhi," ungkap fungsionaris Golkar Sumbar, kelahiran Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Pasaman Barat itu, Kamis (4/12).

Di tempat terpisah, Ketua DPW Partai Nasdem Sumbar, Apris Yaman malah menyarankan, range kursi per Dapil berada pada kisaran angka 6-10 saja. "Dengan jatah kursi sebanyak itu, Dapil di Sumbar ini kami nilai bisa jadi 9 dari semula lima. Kelima Dapil yang ada sekarang dipecah. Melalui surat resmi, kita telah mengusulkannya ke KPU Sumbar," terang Apris yang akan maju di Dapil Padang untuk DPRD Sumbar itu.

Pemekaran Dapil justru bermakna positif untuk masyarakat pemilih. Ini pandangan Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Gusfen Khairul. Menurutnya, dengan dipecahnya Dapil maka para caleg DPRD Provinsi benar-benar maksimal bersosialisasi dengan masyarakat pemilih di Dapil. "Masyarakat pemilih benar-benar mengetahui siapa saja Caleg yang mencalon di Dapilnya, sehingga dapat menjatuhkan pilihan dengan tepat," kata Gusfen Khairul, yang sehari-hari adalah wartawan senior ini.

Sementara, Ketua Bidang Energi dan SDM DPP Partai Bulan Bintang, Djonimar Boer menilai, pergeseran dapil akan membuat peta politik Ranah Minang ikut berubah. "Nilai satu kursi DPRD Sumbar pada Pemilu 2014 akan lebih mahal dibanding Pemilu sebelumnya. Artinya, para caleg mesti bekerja keras untuk bersosialisasi karena pertarungan akan sangat ketat pada kabupaten dan kota yang terbatas," tegas rang Piaman itu.

Berdasarkan DAK2, yang diserahkan gubernur Sumbar ke KPU provinsi dan kabupaten/kota se-Sumbar, pada 6 Desember lalu, penduduk Sumatera Barat mencapai 5,617 juta jiwa. Perkiraan Gubernur, DAK2 ini masih akan terus berkembang karena penduduk yang bermukim di perbatasan kecamatan atau nagari belum jelas kemana dirinya terdata. Selain itu, penduduk yang belum mengikuti perekaman e-KTP juga masih banyak.

Ditempat terpisah, Komisioner KPU RI, Ferry Kurnia Rizkiyansah menyebutkan, penyusunan alokasi kursi serta penataan dan penetapan daerah pemilihan (dapil) untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota sudah dimulai sejak 10 Desember 2012. KPU menggunakan DAK2 yang telah diterima dari pemerintah pada 6 Desember lalu sebagai basis data untuk menyusun alokasi kursi dan dapil. 

Sesuai jadwal, penetapan jumlah kursi DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota berdasarkan DAK2 direncanakan 10 Desember 2012 sampai 15 Januari 2013. Dilanjutkan dengan penataan dapil DPRD provinsi dan kabupaten/kota 7 Februari sampai 21 Februari 2013, kemudian rapat koordinasi dengan partai politik peserta pemilu dan konsultasi publik 22 Februari sampai 28 Februari 2013.

Selanjutnya, penyerahan hasil penataan dapil DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota kepada KPU pada tanggal 1 sampai 2 Maret 2013. Kemudian, penetapan dapil DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota tanggal 1 sampai 9 Maret 2013.

. ( Apr/ )

Share |


Erizal Ridwan dan Ali Yusuf Berebut Golkar Sawahlunto(496)
SK Wabup Agam Sudah Keluar, Pelantikan Belum Jelas(163)
46 Imigran Gelap Srilangka Tiba di Teluk Bayur(157)
Dua Pemuda Pemberani Tangkap Beruang Madu di Talawi(472)
SDN 34 Napar Juara II PMTAS Tingkat Provinsi(250)


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 

iklan
^ Kembali ke Atas