Minggu, 2013-05-19 18:00:59 WIBHeryanto Gani, Raja Otomotif Sumbar Wafat di Padang - (237)
Rabu, 2013-05-15 00:20:27 WIBMahyeldi Akan Berpasangan dengan Fahmi Bahar? - (232)
Sabtu, 2013-05-18 18:41:47 WIBWow, Investasi Basko Rp1 Triliun di Kalumbuk Kuranji - (228)
Minggu, 2013-05-19 22:53:19 WIBRaja Otomotif Heryanto Gani Dimakamkan di San Diego - (221)
Rabu, 2013-05-15 01:28:06 WIBDuet Desri Ayunda-Emzalmi Berkomitmen Bangun Padang - (210)
Jumat, 2013-05-17 21:31:13 WIBPrahara Balairung (1); Bermula dari Pengurangan Direksi - (194)
Senin, 2013-05-20 15:22:42 WIBPrahara Balairung (3); DPRD Pastikan Bentuk Pansus - (183)
Jumat, 2013-05-17 11:47:32 WIBAkankah Demokrat Usung Andre Rosiade-Januardi Sumka? - (178)
Jumat, 2013-05-17 09:33:41 WIBSoal Balairung Hotel Jakarta, Yultekhnil Angkat Bicara - (176)
Selasa, 2013-05-21 10:16:55 WIB23 Mei, Taksi Blue Bird Beroperasi di Kota Padang - (146)
Minggu, 24 April 2011 - 11:25:41 WIBNama dr. Rasidin Diabadikan, Nama RSUD Padang (3)
Kategori: Artikel - Dibaca: 931 kali
Pertemuan Pihak Pemko Padang dengan Keluarga dr. Rasidin
|
Jasa para pahlawan tak akan pernah terlupakan dalam membangun republik ini. Persoalannya, sejauh mana para pemimpin di daerah masing-masing peduli dengan para pejuang mereka? Hal ini ditunjukan oleh Walikota Padang H. Fauzi Bahar yang telah mengabadikan nama dr. Rasidin untuk nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang.
Ide ini berawal dari rekomendasi Depkes RI untuk peningkatan status operasional RSUD Sei Sapih dari tipe D ke tipe C. Dan menurut sejarahwan Unand Prof. DR Gusti Anam sangat tepat sekali memakai nama dr. Rasidin.
“Beliau selain pejuang dan mantan walikota, juga seorang dokter yang dikenal bertangan dingin. Beliau sewaktu menjabat walikota, tidak segan-segan untuk mengobati pengawainya. Anehnya, setiap orang yang diobati selalu sembuh. Saya bukan mengada-ngada, itu bukti berita koran yang keluar pada masa itu. Saya rasa mungkin karena keiklasan beliau menolong setiap orang,” kata Gusti Anam sewaktu pertemuan pihak Pemko dengan keluarga dr. Rasidin di ruangan Asisten II Walikota Padang.
“Saya banyak membaca literature dr. Rasidin ini sewaktu di Belanda. Dan beliau yang mengusulkan pertama kalinya beruduk dengan pincuran. Pada masa itu kata Gusti Anam, banyak orang protes, karena tidak sesuai dengan tradisi cara beruduk masyarakat. Diusulkannya pincuran sebagai tempat beruduk, akan menjaga higinis atau kebersihan air untuk sholat. Sekarang terbukti, umat Islam mayoritas beruduk dengan kran air (pincuran) dari pipa ledeng.
“Tadinya kita sempat ragu, apakah dr. Rasidin ini dokter atau hanya pemerhati kesehatan. Ternyata berdasarkan keterangan keluarga, beliau seorang dokter. Bahkan dulu, salah seorang nominator kuat untuk pemberian nama rumah sakit umum M. Jamil sekarang,” kata Asisten II Hervan Bahar waktu itu.
Dalam pertemuan tersebut hadir Kepala RSUD Sai Sapih Nazaruddin dan Sejarahwan Unand Gusti Anam. Sedangkan pihak keluarga dr. Rasidin yang di Padang, H. Syafri Wahab (mantan asisten III Gubernur Sumbar), Juniar, Asrul Aziz, Tek Da, Erwin Awal, Erry Awal, dan Erison Awal.
“Kami dari pihak keluarga dr Rasidin, baik yang berada di Padang maupun Jakarta, menyambut baik niat Pemko memakai nama beliau untuk RSUD Padang. Beliau tidak saja seorang dokter, tetapi juga seorang pejuang yang pernah disekap bersama istrinya di Penjara Simpang Haru (RPT) dan dibuang ke Ambarawa,” ucap Syafri Wahab yang sering bersama dr. Rasidin semasa hidupnya.
Kini RSUD Sei Sapih, sudah berganti nama menjadi RSUD dr. Rasidin. Terletak di atas tanah 4,9 hektar, dan baru terpakai untuk bangunan seluas 35 persen. Rumah sakit ini dipimpin Nazarudin Skm, M.Kes. Diharapkannya kepada semua pegawai, untuk selalu mencerminkan sikap ketokohan dan kesosialan dr. Rasidin dalam melayani pasien.
Beberapa prasarana RSUD dr. Rasidin diantaranya, bangsal bedah, ICU, bangsal anak, dan bangsal bedah. Total tempat tidur yang ada sekarang berjumlah 96 unit, dan akan dibantu oleh Bank Mandiri menjadi 140 tempat tidur. Juga sedang direncanakan pembangunan gedung gizi dan labor. Diperkirakan menelan biaya sekitar 900 juta. Sejalan dengan itu, RSUD Rasiddin juga telah ditetapkan pendapatannya. Tahun 2010 target pendapatannya sebesar Rp Rp1,1 Miyar. Sedangkan tahun 2009 lalu tercapai melebihi target, yakni 102 persen.
. ( ere/ )
dr. Rasidin Diangkat Jadi Walikota Padang (2)(690)
dr. Rasidin, Peletak Dasar Pembangunan Kota (1)(1014)
Amin, Sang Pengurai Macet di Simpang RS M. Djamil(615)
Hipnosis Fenomena Alamiah(563)
51 Masalah yang Dapat Diatasi Terapi Hipnosis (652)
0 Komentar :
Isi Komentar :




